Selasa, 13 Agustus 2019

SAMBUT HARI KEBANGKITAN TEHNOLOGI, PEMUTARAN FILM RESTORASI BINTANG KETJIL

SUKOHARJO -Dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Teknologi, Selasa, 13 Agustus 2019, bertempat di CGV Cinema, Pabelan, Kartasura, Program Studi Televisi dan Film, Institut Seni Indonesia Surakarta, dengan fasilitasi dari Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, akan menyelenggarakan pemutaran film restorasi Bintang Ketjil.
Bintang Ketjil, produksi tahun 1963 adalah film besutan maestro Film Wim Umboh dan Misbach Yusra Biran,

 bercerita tentang Petualangan anak-anak menuju Kebun Binatang, setelah sebelumnya selalu kecewa karena janji orang tuanya untuk berkunjung ke kebun binatang tak pernah ditepati.
Bintang Ketjil adalah film ke 2 yang telah direstorasi Pusbang Film setelah sebelumnya telah merestorasi film Pagar Kawat Berduri, yang  pada bulan April kemarin telah diputar oleh Prodi Televisi dan Film di tempat yang sama dengan bantuan fasilitasi dari Pusbang Film.
Restorasi Film Indonesia telah dilakukan tahun 2012, antara lain film Lewat Jam
 Malam (karya Usmar Ismail tahun 1954) yang dilakukan oleh Museum Nasional Singapura. Namun sejak tahun 2016 Pusbang Film memiliki program merestorasi film-film Indonesia, hal ini tentu menggembirakan karena dalam proses ini ternyata menunjukkan bahwa negara berperan dan memberi ruang bagi putra bangsa, melalui teknologi restorasi film yang rumit, untuk dapat berpartisipasi menyelamatkan aset kesejarahan, dalam hal ini aset perfilman. Pusbang Film sendiri, menurut releasenya, dalam hal restorasi film lebih memprioritaskan restorasi pada film-film yang sudah mengalami kerusakan yang berat. Untuk itu, pemutaran film Bintang Kecil kali ini didedikasikan pada tema kebangkitan teknologi dalam partisipasinya membentuk jati diri bangsa Indonesia.

“Media Film itu tidak pernah lepas dari teknologi, dan seringkali kita lupa apa yang hadir di layar adalah salah satu hasil purwarupa teknologi itu sendiri. Kegiatan restorasi ini menyadarkan kita, bahwa besar sekali manfaat teknologi dalam pelestarian karya cipta manusia dalam bentuk film.
Selain pemutaran film, kegiatan ini juga akan menghadirkan diskusi dan sosialisasi restorasi film di Indonesia dengan mendatangkan narasumber Lintang Gitomartoyo(pelaku restorasi film), Rizka Fitri Akbar (PT. Render Digital Indonesia) serta Nana Awaludin (pemain film Bintang Ketjil) yang akan dilaksanakan setelah pemutaran film. Kegiatan ini akan berlangsung pada hari Selasa, 13 Agustus 2019, mulai pukul 08.30-13.00 bertempat di CGV Studio Transmart, Jl Raya Solo Semarang, Pabelah Sukoharjo, dengan mengundang pelajar, mahasiswa, serta komunitas film dan sejarah.

MIN 2 JETIS SUKOHARJO DIET KANTONG PALSTIK

SUKOHARJO – Ratusan lembar daun pisang diatur rapi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sukoharjo pada Selasa (13/8/2019). Di atasnya terdapat potongan daging sapi yang siap dibungkus daun pisang tersebut dan dimasukkan pada sebuah kantong kertas berwarna putih. Daging sapi tersebut merupakan hasil penyembelihan sapi pada perayaan Hari Raya Idul Adha di madrasah tersebut.
            Peringatan Idul Adha di MIN 2 Sukoharjo dirayakan dengan menyembelih 3 ekor sapid an 3 ekor kambing. Keseluruhan sapi merupakan hasil iuran beberapa guru, karyawan, dan orang tua siswa. Sedangkan kambing merupakan hewan kurban orang tua siswa yang dititipkan madrasah untuk disembelih.
            Untuk membungkus daging kurban, MIN 2 menggunakan daun pisang dan daun jati yang diperoleh dari kebun madrasah. Dading yang telah dibungkus daun dimasukkan ke dalam kantong kertas (paper bag) hasil karya siswa. Menurut Kepala MIN 2 Sukoharjo, Wiretnoningsih Nurhayati, kantong kertas merupakan kasil prakarya siswa kelas 3, 4, dan 5 yang totalnya mencapai lebih dari 500 buah.
            “Kami melibatkan siswa dan orang tua untuk berperan dalam perayaan Idul Adha kali ini di madrasah, sehingga semua keluarga besar madrasah mendapat manfaatnya di akhirat nanti,” ujar Wiretnonongsih. Lebih lanjut kepala madrasah baru di MIN 2 Sukoharjo tersebut menjelaskan bahwa semua daging kurban didistribusikan kepada siswa yang berhak dan masyarakat sekitar madrasah.
            “Pada perayaan Idul Adha tahun ini sedikitnya 300 kantong daging sapi dan kambing kita berikan kepada warga madrasah yang berhak termasuk di lingkungan madrasah. Semoga tahun mendatang jumlah hewan kurban yang disembelih bisa meningkat jumlahnya,” harap kamad.
            Sementara itu, ketua adiwiyata MIN 2 Sukoharjo, Anton Purwoko, menjelaskan bahwa penggunaan daun dan kantong kertas untuk membungkus daging sebagai wujud sebagai madrasah adiwiyata nasional. “Kami berupaya untuk diet plastik sehingga berperan untuk mensukseskan program pemerintah dalam mengurangi penggunaan kantong plastik,” ungkap Anton.

            Anton juga menekankan bahwa MIN 2 Sukoharjo akan selalu berupaya untuk berperan aktif dalam pelestarian lingkungan dengan melibatkan peran serta seluruh warga madrasah dan orang tua siswa. “Siswa dan orang tuanya sangat antusias dalam peran serta pelestarian lingkungan, seperti pembuatan kantong kertas untuk membungkus daging ini,” tandas pria yang dinobatkan sebagai kader lingkungan ini.(Pry)

Kamis, 08 Agustus 2019

SRITEK GROUP , PECAHKAN REKOR MURI GERAKAN KEBERSIHAN BERSAMA


SUKOHARJO __ PT SRI REJEKI ISMAN TBK  KEMBALI SABET REKOR MURI YANG  KE 9  DAN MENJADI PIONER PERUSAHAAN DI INDONESIA  MELALUI  GERAKAN   KEBERSIHAN  BERSAAMA  YANG MELIBATKAN 24  PERUSAHANA  ANAK CABANG  SRITEK GROUP  //

  MENJELANG  PERAYAAN  HUT KEMERDEKAAN  RI KE  74 DAN HUT    SRITEK KE 53  PADA TANGGAL  16 AGUSTUS  2019  / PECAHKAN  REKOR MURI  DENGAN  GERAKAN   KEBERSIHAN  BERSAMA  SEBANYAK  38 000   PESERTA YANG DI IKUTI 24  ANAK PERUSAHAAAN YANG  GERAKAN INI DI LAKUKAN SECARA SERENTAK  DAN DI SAKSIKAN  PERWAKILAN DARI   MUSEUM REKOR   INDONESIA //

SEBANYAK TIGA PULUH DELAPAN RIBU KARYAWAN SRITEX MENGIKUTI GERAKAN KEBERSIHAN  / KEGIATAN INI DI GELAR DALAM RANGKA MENYAMBUT HARI ULANG TAHUN RI KE 74  DAN MERAYAKAN HARI JADI SRITEK KE 53/ DIANGGAP MELAKUKAN GERAKAN KEBERSIHAN DENGAN PESERTA TERBANYAK KEGIATAN INI MASUK MUSEUM REKOR INDONESIA ATAU MURI //
SELAIN MEMBERSIHKAN AREA PABRIK / KARYAWAN PT SRITEX INI DISEBAR DI LIMA KALURAHAN  MELIPUTI KALURAHAN JETIS, KALURAHAN JOHO, KALURAHAN BANMATI KALURAHAN COMBONGAN DAN KALURAHAN MANDAN / MASING MASING KELURAHAN AKAN MEMILIKI DUA TITIK LOKASI DENGAN MELIBATKAN 600 PERSONIL KARYAWAN SRITEX DIBANTU MASYARAKAT DARI LINGKUNGAN SETEMPAT /

SELAIN LIMA TITIK KELURAHAN  / GERAKAN KEBERSIHAN INI JUGA MENYASAR AREA ALUN ALUN SUKOHARJO SERTA LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN LAILATUL QODAR DAN AREA ALUN ALUN SATYA NEGARA SUKOHARJO / KEGIATAN INI MERUPAKAN BENTUK KOMITMEN PERUSAHAAN UNTUK MELESTARIKAN LINGKUNGAN DAN MENJALIN KEBERSAMAAN BERSAMA MASYARAKAT //

SEBELUMNYA PT SRITEX TBK SUDAH DELAPAN KALI MENCATATKAN REKOR DI MUSEUM REKOR INDONESIA ATAU MURI / SEDANGKAN UNTUK GERAKAN KEBERSIHAN DENGAN PESERTA TERBANYAK INI AKAN MENJADI REKOR KESEMBILAN / DIHARAPKAN SRITEX INI AKAN MENJADI PELOPOR GERAKAN KEBERSIHAN TIDAK HANYA DI SUKOHARJO NAMUN JUGA INDONESIA

Selasa, 06 Agustus 2019

PERFORMANCE PERSINAS ASAD JAS KE 77 DI SOLO BARU

PEDULI ROHINGNYA

Proses Pencarian Korban Tenggelam Resmi Dihentikan