PORTALSOLORAYA.COM (SOLO BARU ) .Surakarta, 13 Oktober 2017 - Indonesian Young Health Professionals’ Society (IYHPS)
berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan 1st
Asia Pacific Interprofessional Education and Collaboration (APIPEC) 2017. Indonesia menjadi tuan rumah dari pelaksanaan perdana APIPEC conference yang didukung oleh negara-negara regional Asia Pasifik, diantaranya yaitu Singapura, Thailand, Hong Kong, Jepang,Filipina, Malaysia, Nepal, dan Bangladesh. Selain itu, 1st APIPEC ini juga didukung oleh beberapa global network IPE yang sekaligus akan menjadi pembicara, yaitu CAIPE (Centre for Advancement ofInterprofessional Education, UK), Australasian Interprofessional Practice and Education Network, dan Centre for Research and Training on Interprofessional Education (WHOCC,
Japan). Acara ini diselenggarakan di Best Western Premier Hotel, Solo Baru mulai tanggal 13
hingga 15 Oktober 2017.
APIPEC Conference merupakan sebuah wadah kolaborasi bagi para praktisi, akademisi,
peneliti, pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan bidang kesehatan dari berbagai
negara Asia Pasifik untuk berbagi ide dan pengalaman untuk pengembangan pendidikan dan
praktik kolaborasi interprofesi kesehatan. Bagi Indonesia, 1st APIPEC Conference ini akan
menjadi batu loncatan untuk pengembangan pusat pendidikan interprofesi dan praktik
kolaborasi kesehatan di Indonesia. Selain itu, melalui forum ini akan disepakati pembentukan
jejaring pendidikan interprofesi dan praktik kolaborasi kesehatan di wilayah Asia Pasifik
(APIPEC Network). Melihat fungsi strategis dari forum ini, maka Komite Bersama Kementerian
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Kesehatan juga mendukung
pelaksanaan APIPEC Conference dengan melibatkan anggota Komite Bersama, termasuk para
Direktur Rumah Sakit PTN.
Pendidikan interprofesi diharapkan dapat mendorong implementasi praktik kolaborasi
kesehatan antara tenaga kesehatan, seperti dokter, dokter gigi, perawat, ners, bidan, ahli gizi,
ahli kesehatan masyarakat, apoteker dan bidang kesehatan lainnya untuk memberikan
pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat, dengan mengutamakan
keselamatan pasien. Dengan kolaborasi ini, diharapkan terjadi resource sharing, yang pada
akhirnya dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses pendidikan maupun
pelayanan kesehatan.
Prof. Hartono selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret yang menjadi tuan
rumah menyatakan bahwa “Kualitas pelayanan kesehatan disamping ditentukan oleh
infrastruktur, sarana prasarana tentunya juga ditentukan oleh kualitas dan kuantitas tenaga
kesehatan. Kerjasama dan saling pengertian antar profesi yang terlibat dalam pelayanan
kesehatan tersebut memegang peranan penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan.
Kerjasama dan saling pengertian tersebut mudah terbentuk apabila dilatih dan diajarkan
sejak di bangku perkuliahan. Disinilah peran penting dari Fakultas Kedokteran dalam
mengimplementasikan Inter-Professional Education (IPE). Penyelenggaraan APIPEC
diharapkan dapat mendorong pengembangan kurikulum IPE pada pendikan tinggi bidang
kesehatan di Indonesia.”
Pembicara yang akan berpartisipasi dalam 1st APIPEC 2017 ini merupakan pakar IPE dari
berbagai negara, diantaranya Gary Rogers (Griffith University, Australia), Monica Moran
(University of Western Australia), Helena Low (CAIPE, UK), Hideomi Watanabe (Gunma
University, Japan) dan Scott Reeves (Editor in Chief, Journal of Interprofessional Care, UK)
yang akan menyampaikan presentasi melalui webinar. Selain itu, keynote speech juga
disampaikan oleh Ketua Komite Bersama Kemristekdikti dan Kemkes, dan presentasi dari
perwakilan Kemristekdikti, Kemkes, serta Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia
(ARSPI). Hal ini mencerminkan sinergi dan kolaborasi antara sektor pendidikan tinggi dan
pelayanan kesehatan, yang akan menyusun kebijakan nasional terkait pendidikan interprofesi
dan praktik kolaborasi kesehatan.
Topik yang akan dibahas pada (APIPEC) Conference meliputi :
1. Policies, Enabling Factors, and implementation of IPE and IPC in Indonesia
2. Introducing IPE and IPC: Snippets from Around the World
3. IPEC development: From Global Consensus to Practice
4. The Need for National Centre and Regional Network of IPEC
5. Developing IPE in Undergraduate Curriculum
6. Researching IPEC: The global point of view
7. Developing IPE in Continuing Professional Development
8. Interprofessionals in Action: Photos and Short Films gallery
Salah satu rangkaian penting dari APIPEC Conference adalah sesi Dialog antara Pemangku
Kebijakan dan Pemangku Kepentingan bidang Kesehatan yang akan menyepakati peta jalan
pengembangan pusat pendidikan interprofesi dan praktik kolaborasi kesehatan di Indonesia,
dan pembentukan jejaring Asia Pasifik. Selain itu, diharapkan forum dialog ini dapat
mendorong percepatan penyusunan kebijakan nasional tentang pendidikan interprofesi dan
praktik kolaborasi di Indonesia, termasuk penelitian yang berbasis bukti dan informasi.
“Saya harapkan konferensi ini dapat membuka wawasan para praktisi serta akademisi
kesehatan untuk menciptakan kolaborasi yang selaras, dimulai dari pembentukan team work
yang solid. Saya yakin di masa mendatang jika pendidikan interprofesi dapat dipahami dan
diimplementasikan, Indonesia mampu mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan
berkualitas.
Gerakan kolaborasi ini harus diimplementasikan bersama , yang dapat dipercepat
melalui program-program inovatif dari generasi muda kesehatan, berkolaborasi dengan pra
pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan”, ujar dr. Daniel Kambey, AFAMEE selaku
Jumat, 13 Oktober 2017
Home »
KABAR SOLORAYA
» INDONESIA JADI TUAN RUMAH , APIPEC CONFERENCE 2017







0 komentar:
Posting Komentar