Lestarikan kabudayan jawa , Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Sukoharjo menggelar Festival Karawitan yang diikuti dari tiap
Kecamatan Sukoharjo dimulai rabu (18/10) hingga (19/10) di Pendopo Graha Satya
Praja (GSP) Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo, Rabu (18/10/2017).
Sebanyak 20 tim mengikuti
Festival Karawitan yang dibagi dalam babak penyisihan dan kemudian akan diambil
6 terbaik yang akan dipertandingkan di babak final (19/10). Agenda Festival
Karawitan merupakan agenda tahunan yang selalu digelar dan diikuti group karawitan
di Sukoharjo.
Setiap kelompok diberikan durasi
waktu 15 menit atau sekitar 3 lagu bebas untuk ditampilkan. Selain itu, setiap
kelompok juga mendapat reward sekitar Rp 2 Juta atas upaya melestarikan
karawitan hingga saat ini.
Kepala Bidang Kebudayaan dan
Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Siti Laila, menuturkan
agenda tahunan tersebut merupakan salah satu program yang dilakukan untuk
melestarikan salah satu budaya jawa yaitu karawitan.
"Tentu kita semua baik dari
pemerintah maupun masyarakat harus selalu menjaga warisan tradisi leluhur kita
salah satunya adalah karawitan. Maka dari itu agenda ini selalu kita adakan
setiap tahunnya," papar diaTambah Siti, Kabupaten Sukoharjo juga memiliki
satu desa yang menjadi indutri Gamelan yang sudah terkenal di dunia
internasional yaitu di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban. Dengan adanya kegiatan
tersebut, juga ikut mengembangkan promosi dan produksi industri gamelan
tersebut.
Di Sukoharjo terdapat industri
gamelan yang sudah diakui dunia internasional di Desa Wirun. Tentu dengan
adanya acara seperti ini, kita juga membantu mempromosikan industri gamelan
tersebut," tandasnya
Lebih lanjut, peserta yang terpilih
sebagai pemenang akan ditampilkan mewakili Kabupaten Sukoharjo dalam acara di
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta dalam waktu mendatang.






0 komentar:
Posting Komentar