Jumat, 09 Februari 2018

WAWASAN KEBANGSAAN ,DPR RI SOSIALISASI EMPAT PILAR BERSAMA SISWA SMK

   SKH (PORTALSOLORAYA.COM .Mulai munculnya kekerasan pada pelajar  saat ini lebih  di sababkan  kurangnya pemahaman budi  pekerti dan kalangan  pelajar ,untuk  itu kalangan dpr ri  bambang  riyandi  menggelar  sosiali sai empat pilar kebangsaan di aula smk   veteran sukoharjo  untuk menanakan  pemahaman sejak dini  kepada siswa .
untuk membimbing  generasi muda  sesuai  karakter bangsa indonesia dengan  budi pekert  yang  lebih baik di perlukan pemahaman  dan pengenalan empat pilar sejak dini di kalangan  pelajar  .
 sementara  itu anggota komisi tujuh dprri ini  Bambang Riyanto menjelaskan, maraknya kenakalan pelajar yang melakukan kekerasan terhadap teman-temannya sendiri, maupun gurunya, itu akibat dari lemahnya pendidikan budi pekerti di sekolah dan di rumah dan tidak adaya pelajaran budi pekrti .
 ‘’semisal  bila ada guru masuk halaman sekolah naik sepeda angin, kita para siswa sudah berebut membawakan tasnya, menuntunkan sepedanya, ataupun membawakan topinya,’’  tegas  pengurus dpp Partai Gerindra seusai memberi materi empat pilar di smk veteran 1 sukoharjo  pada ari jumaat (09/02/18 ) .
melihat fenomena kenakalan pelajar seperti ini, bambang riyanto menjelaskan  agar segera dibuat program mata pelajaran budi pekerti di sekolah-sekolah. program positifini tidak perlu dibahas sampai dprri, cukup di tingkat kementrian pendidikan saja.
 di sisi laian kepala sekolah Smk Veteran 1 Sukoharjo, dadi menjelaskan , untuk mencegah para pelajar melakukan  tindkan yang melanggar aturan sekolah yang keaarah kenakalan remaja  di dalam maupun di luar sekolah, perlu  perhatikan  para siswa  didik untuk adanya pembelajaran  mencintai sekolahnya.

meski demikian  bila siswa melakukan pelanggaran, pihak orangtua dilibatkan untuk mencari solusi  bukan dengan emosi, tapi dengan komunikasi  dua arah baik orang tua maupun siswa didiknya .dn

0 komentar:

Posting Komentar

PEDULI ROHINGNYA

Proses Pencarian Korban Tenggelam Resmi Dihentikan