Kamis, 14 September 2017

3 KECAMATAN DI SKOHARJO KRISIS AIR BERIH

3 KECAMATAN DI SKOHARJO KRISIS AIR BERIH

 SUKOHARJO – (portal soloraya) .Memasuki pertengahan bulan September ini, kekeringan dan krisis air bersih mulai melanda di wilayah bagian selatan kabupaten Sukoharjo. Kekeringan yang berimbas krisis air bersih melanda sejumlah desa di tiga kecamatan yakni Weru, Bulu dan Tawangsari.

Image result for krisis air
picture  ilustration .

“Krisis airbersih mulai mengancam di sejumlah daerah di bagian selatan Sukoharjo, ada di tiga kecamatan Weru, Bulu dan Tawangsari. Sejauhini masih bisa teratasi, warga masih bisa memanfaatkan sumur dalam dan sumber air. Namun tidak menutup kemungkinan akan berdampak krisis air bersih, maka dari itu kita terus pantau dan kalau ada informasi kekeringan mohon warga melapor pada kami,” kata Suprapto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Kamis (14/9).

Pihaknya beberapa kali juga mendapat pemberitahuan dari sejumlah pihak instansi atau komunitas yang akan memberikan bantuan droping air bersih, termasuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Polres Sukoharjo di dukuh Candi desa Ngreco kecamatan Weru.

“Pilihan kami untuk memperingati HUT Polantas ke 62 dan HUT Polwan dengan memberikan Bantuan Sosial (Bansos) berupa air bersih sebanyak 6 tangki di Kampung Candi, Desa Ngreco, serta Dukuh Plumbon, Desa Alas Ombo,” ungkap AKP Finan Sukma Radipta, Kamis (14/9).

Selain kegiatan sosial, dalam HUT Polantas ini, Finan juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menggelorakan semangat Tahun Keselamatan yang saat ini tengah menjadi program besar dari kepolisian lalu lintas.

"Setiap masyarakat harus menjadi pioner atas dirinya sendiri dan pengendara lainnya, untuk mewujudkan Tahun Keselamatan guna mengurangi jumlah angka kecelakaan lalu lintas," tutupnya.

Saat mobil dropping air tiba di Kampung Candi RT 3/ RW 10, Desa Ngreco, nampak puluhan warga sudah memadati tempat penampungan air Pamsimas yang merupakan tempat penampungan induk di kampung tersebut. ‎Warga yang datang juga sekaligus dengan membawa ember serta galon air untuk mengambil air yang sebenarnya selalu mereka lakukan tiap hari setiap musim kemarau.

Ketua RT 03/RW 04 Kampung Candi Tukiman menuturkan, setiap musim kemarau warga memang selalu mengantri air di tempat penampungan tersebut. Hal itu dikarenakan beberapa sumur yang dimiliki warga sudah hanya mengalir sedikit bahkan ada yang sampai sudah habis sumbernya.


"Penampungan pamsimas ini untuk 80 an warga di 3 RT, mulai dari RT 2, RT 3, RT 4. Kalau musim kemarau karena air mengalirnya hanya sedikit, warga sering jemput air kesini. Biasanya ramai di pagi dan sore hari," kata Tukiman

0 komentar:

Posting Komentar

PEDULI ROHINGNYA

Proses Pencarian Korban Tenggelam Resmi Dihentikan