3 KECAMATAN DI SKOHARJO KRISIS AIR BERIH
SUKOHARJO – (portal soloraya) .Memasuki pertengahan bulan September ini,
kekeringan dan krisis air bersih mulai melanda di wilayah bagian selatan
kabupaten Sukoharjo. Kekeringan yang berimbas krisis air bersih melanda
sejumlah desa di tiga kecamatan yakni Weru, Bulu dan Tawangsari.
picture ilustration .
“Krisis airbersih mulai mengancam di sejumlah daerah di
bagian selatan Sukoharjo, ada di tiga kecamatan Weru, Bulu dan Tawangsari.
Sejauhini masih bisa teratasi, warga masih bisa memanfaatkan sumur dalam dan
sumber air. Namun tidak menutup kemungkinan akan berdampak krisis air bersih,
maka dari itu kita terus pantau dan kalau ada informasi kekeringan mohon warga
melapor pada kami,” kata Suprapto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Sukoharjo, Kamis (14/9).
Pihaknya beberapa kali juga mendapat pemberitahuan dari
sejumlah pihak instansi atau komunitas yang akan memberikan bantuan droping air
bersih, termasuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Polres Sukoharjo di dukuh
Candi desa Ngreco kecamatan Weru.
“Pilihan kami untuk memperingati HUT Polantas ke 62 dan HUT
Polwan dengan memberikan Bantuan Sosial (Bansos) berupa air bersih sebanyak 6
tangki di Kampung Candi, Desa Ngreco, serta Dukuh Plumbon, Desa Alas Ombo,”
ungkap AKP Finan Sukma Radipta, Kamis (14/9).
Selain kegiatan sosial, dalam HUT Polantas ini, Finan juga
menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menggelorakan semangat Tahun
Keselamatan yang saat ini tengah menjadi program besar dari kepolisian lalu
lintas.
"Setiap masyarakat harus menjadi pioner atas dirinya
sendiri dan pengendara lainnya, untuk mewujudkan Tahun Keselamatan guna
mengurangi jumlah angka kecelakaan lalu lintas," tutupnya.
Saat mobil dropping air tiba di Kampung Candi RT 3/ RW 10,
Desa Ngreco, nampak puluhan warga sudah memadati tempat penampungan air
Pamsimas yang merupakan tempat penampungan induk di kampung tersebut. Warga
yang datang juga sekaligus dengan membawa ember serta galon air untuk mengambil
air yang sebenarnya selalu mereka lakukan tiap hari setiap musim kemarau.
Ketua RT 03/RW 04 Kampung Candi Tukiman menuturkan, setiap
musim kemarau warga memang selalu mengantri air di tempat penampungan tersebut.
Hal itu dikarenakan beberapa sumur yang dimiliki warga sudah hanya mengalir
sedikit bahkan ada yang sampai sudah habis sumbernya.
"Penampungan pamsimas ini untuk 80 an warga di 3 RT,
mulai dari RT 2, RT 3, RT 4. Kalau musim kemarau karena air mengalirnya hanya
sedikit, warga sering jemput air kesini. Biasanya ramai di pagi dan sore
hari," kata Tukiman






0 komentar:
Posting Komentar