BENCANA ALAM BANJIR LANDA SEMBILAN KECAMATAN DI WONOGIRI
wng ( portal soloraya.com ) . Hujan deras dengan durasi lama di wilayah Wonogiri memicu terjadinya bencana alam di sembilan kecamatan, pada hari Selasa (28/11). Sementara jalur menuju Pacitan (Jatim) dan Gunungkidul (DIY) pasalnya jalan yang di lalui tergenang air banjir.
Bencana alam yang melanda adalah tanah longsor dan banjir bandang. Bencana tidak menimbulkan korban jiwa namun ratusan rumah terendam banjir. Sejumlah kendaraan mogok akibat nekat menerjang genangan air di jalan raya .
“Kami sudah melakukan evakuasi. Mereka yang terdampak banjir, kami minta mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Camat Pracimantoro, Warsito.
Di Kecamatan Pracimantoro, ujar dia, air bah menggenangi enam desa. Diantaranya Desa Sambiroto, Ngglinggang, Banaran, Tubokarto, Wonodadi serta Pracimantoro. Ketinggian air mulai dari satu meter hingga 1,5 meter ,Rumah yang terendam ratusan lebih, Mas,” UJAR dia.
Air juga menggenang di jalur menuju Gunungkidul, tepatnya di depan kantor KUA Pracimantoro. Jalan tersebut akhirnya ditutup, lantaran genangan cukup dalam hingga membuat sejumlah kendaraan yang nekat menyeberang, mogok.
Sementara itu ,Camat Eromoko Danang Erawanto berujar di wilayahnya banjir bandang terjadi di Desa Malangan dan Desa Minggarharjo. Sejumlah rumah warga terendam air bah dengan ketinggian sekitar 20-25 sentimeter, Dan Ini kami masih melakukan pendataan di TKP,” ujar dia.
Di sisi lain Komandan SAR Wonogiri, Kompol (purn) Warseno menambaakan , selain Kecamatan Pracimantoro, ada delapan kecamatan lain yang terpapar bencana alam. Diantaranya longsor terjadi di Kecamatan Selogiri (Dusun Serut, Desa Pare) dan Karangtengah (Desa Purwoharjo dan Ngambarsari), kemudian banjir bandang melanda Kecamatan Baturetno (Desa Balepanjang), Nguntoronadi (Karangturi dan Sambeng), Giriwoyo (banjir dan longsor Desa Tukulrejo dan Pidekso) dan Giritontro (Desa Pucanganom), Tirtomoyo (Desa Hargorejo dan Arjosari).
Dari data sementara terdampak , meluapnya aliran sungai Wiroko di Desa Bulurejo dan Kulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, akses lalu lintas antar propinsi Jateng-Pacitan (Jatim)terputus. Antrian kendaraan pun mengekor hingga belasan kilometer. Meski demikain hujan belum menandakan bakal mereda hingga berita ini di turunkan .
“Ini macet total untuk kendaraan roda dua dan empat, karena sungai Wiroko meluap dan menutup badan jalan dengan ketinggian sekitar satu meter,” kata Andri, warga sekitar.
Pejalan kaki dan sepeda angin dapat menyeberang dengan bantuan perahu karet yang disediakan oleh tim SAR dan relawan BPBD Wonogiri ,Biasanya kalau hujan reda, genangan akan segera surut,” tandas dia.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Hariyanto menegaskan , hujan dengan intensitas sedang dengan durasi 26 jam mengakibatkan bencana alam di sembilan kecamatan. Bencana alam yang terjadi berupa tanah longsor dan banjir bandang.
Disebutkan dia, banjir di Desa Bulurejo dan Kulorejo, Kecamatan Nguntoronadi mengakibatkan sekitar 15 rumah terendam. Di samping itu air juga mengakibatkan jalan antar propinsi antar kecamatan memutus kendaraan.
“Korban jiwa maupun luka tidak ada. Upaya assesment maupun penanganan dampak kejadian bencana sedang dilakukan. Untuk pengungsian sementara hanya yang berdampak banjir. Kondisi di TKP untuk sementara masih hujan dengan intensitas sedang. logistik sudah didistribusikan,” tandas Bambang.
Komandan Kodim 0728 Wonogiri, Letkol Inf Basuki Sepriadi berujar, rumah milik Tarno di Dusun Pojok Desa Ngambarsari terkena material longsor. Kerugian mencapai Rp30 juta. Talut yang baru dibangun dua bulan juga longsor sepanjang 20 meter. Perkiraan kerugian sekitar Rp100 juta.
Di Kecamatan Giriwoyo hujan deras yang tanpa henti yang mengakibatkan tanah longsor di wilayah Desa Pidekso dan Desa Tukulrejo. Diantaranya menimpa rumah Slamet, di Dusun Cantel Desa Pidekso dengan kerugian mencapai Rp75 juta. Longsor juga menimpa rumah Misman, Cantel, Desa Pidekso dengan kerugian mencapai Rp 20 juta. Di Desa Tukulrejo, longsor merusak badan jembatan desa. Dn







0 komentar:
Posting Komentar