Selasa, 21 November 2017

TANGGAP BENCANA , KODIM 0726 SUKOHARJO GELAR SIMULASI BENCANA BANJIR

SKH,(PORTAL SOLORAYA) Memasuki musim penghujan  potensi bencana di banjir  marak terjadi di daerah   untuk itu  kodim 0726 sukoharjo bersama  warga   tegal made mojolaban sukoharjo jawa tengah   menggelar simulasi tanggap  bencana banjir  dengan mengerahkan warga  untuk di evakusi  ke tempat yang lebih aaman  pada hari rabu  (22/11/17) .
 Di tempat inilah  di lapangan wirun  mojolaban  berdiri tenda tenda  untuk memantau dan  koordinasi  informasi bencana  alam  banjir di tenda tersebut tempat  berlangsungnya  perintah  dari control room untuk memberikan perintah bantuan kepada warga yang terdampak  banjir .
  di mana di  kecamatan  mojolaban  merupakan  kawasan  paling sering   terdampak banjir  yang terletak di bantaran sungai  bengawan solo ,ada  tiga wilayah  yang tredampak mulai dari desa  desa laban  tegal made dan pranan , diamana di tempat tersebut merupakan titik di gelarnya simulasi pengamanan mengevakuas kuraban banjir .
 dalam  kesempata tersebut komandan ramil mojolaban  ii  kapten arh tavip joko sukoco , menjelaskan untuk bencana  banjir terdapat  dua desa yang paling parah  yaitu  desa tegal made  dan desa laban  di  mana  ketinggian air sewaktu banjir  mencapai 1,5 meter setinggi pinggang  orang  dewasa   .
  untuk itu bersama  warga dan dinas  terkait untuk  menggerakan warga sekitar untuk  memberikan   simulasi tanggap bencana sedini mungkin untuk meminimmalisir  kurban
sehiangga di harapakan  dengan adanya simulasi  tanggap bencana ini warga sudah mengetahu arah dan jalur evakuasi  menuju tempat yang lebih aman  .

 di samping  itu juga terdapat   talud bantaran sungai bengawan  solo yang  mulai ambrol , dan  kini  dalam  tahap pantuan warga  jika  hujan deras tiba pasalnya  warga teras was was dan kawatir  jika  tanggul tersebut jebol  . meski demikian  pembangunan talud  renacanaya kan di lakukan  awal tahun depan .

0 komentar:

Posting Komentar

PEDULI ROHINGNYA

Proses Pencarian Korban Tenggelam Resmi Dihentikan