SKH,(PORTAL SOLORAYA) Memasuki musim penghujan
potensi bencana di banjir marak
terjadi di daerah untuk itu
kodim 0726 sukoharjo bersama
warga tegal made mojolaban
sukoharjo jawa tengah menggelar simulasi tanggap bencana banjir dengan mengerahkan warga untuk di evakusi ke tempat yang lebih aaman pada hari rabu (22/11/17) .
Di tempat inilah di lapangan wirun mojolaban
berdiri tenda tenda untuk
memantau dan koordinasi informasi bencana alam
banjir di tenda tersebut tempat
berlangsungnya perintah dari control room untuk memberikan perintah
bantuan kepada warga yang terdampak
banjir .
di mana di kecamatan
mojolaban merupakan kawasan
paling sering terdampak
banjir yang terletak di bantaran
sungai bengawan solo ,ada tiga wilayah
yang tredampak mulai dari desa desa
laban tegal made dan pranan , diamana di
tempat tersebut merupakan titik di gelarnya simulasi pengamanan mengevakuas
kuraban banjir .
dalam kesempata tersebut komandan ramil mojolaban ii
kapten arh tavip joko sukoco , menjelaskan untuk
bencana banjir terdapat dua desa yang paling parah yaitu
desa tegal made dan desa
laban di
mana ketinggian air sewaktu
banjir mencapai 1,5 meter setinggi
pinggang orang dewasa
.
untuk itu
bersama warga dan dinas terkait untuk
menggerakan warga sekitar untuk
memberikan simulasi tanggap
bencana sedini mungkin untuk meminimmalisir
kurban
sehiangga di harapakan
dengan adanya simulasi tanggap
bencana ini warga sudah mengetahu arah dan jalur evakuasi menuju tempat yang lebih aman .
di samping itu juga terdapat talud bantaran sungai bengawan solo yang
mulai ambrol , dan kini dalam
tahap pantuan warga jika hujan deras tiba pasalnya warga teras was was dan kawatir jika tanggul
tersebut jebol . meski demikian pembangunan talud renacanaya kan di lakukan awal tahun depan .







0 komentar:
Posting Komentar