Senin, 18 Desember 2017

ANTIPASI BERITA HOAXS,KOMINFO GANDENG PWI DAN KOMUNITAS BLOGER

Solobaru (  SALATV.NET ) .Ancaman penyebaran berita hoax dan berbau SARA menjadi salah satu hal yang diantisipasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) di tahun politik 2018 mendatang. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menggandeng Lintas agama yang ada di Indonesia. Dan ini disampaikan Hipolitus  ,Layanan selaku Plt Direktur Layanan Informasi Internasional Kominfo, Senin (18/12).di hoel  best wastern solo baru sukoharjo jawa tengah  .
Hipo menjelaskan, beberapa lintas agama yang digandeng diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Walubi, PHDI, dan juga elemen agama yang lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan sosial media atau Sosmed. "Sekarang sudah terjadi pergeseran dalam penggunaan sosmed untuk kepentingan politik. Maka dari itu perlu adanya edukasi yang benar dalam penggunaan sosmed, " terangnya.

 jika isu SARA akan dimainkan pada tahun politik 2018 mendatang. Dan ini seperti yang pernah terjadi pada saat pemilihan Presiden 2014 lalu. Di mana banyak netizen yang menggunakan media sosial untuk kepentingan politik dan menyebarkan berita tidak benar atau hoax, dan salah satunya adalah berkaitan isu SARA.

"Makanya kami memulai dari Hulu sampai hilir dan menggandeng dari lintas agama ini harapannya bisa memberikan edukasi. Dari dari lintas agama ini dibuatlah kelompok-kelompok ini dan baru diberikan edukasi, sehingga nantinya konten-konten yang dibuat bisa lebih bermanfaat," ujardia .

Sementara itu saat ditanya terkait sikap Kominfo dengan adanya akun yang menyebarkan berita tidak benar atau berbau SARA, Hipo menuturkan, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan pemblokiran terhadap akun tersebut. Tetapi, jika ada pihak yang merasa dirugikan bisa mengajukan laporan terkait keberadaan akun tersebut.

"dan acuan kami dari adanya laporan itu, kalau tidak bisa melakukan penutupan sendiri. Dan kami juga punya tim yang melakukan pengawasan," ujarnya  ,dn.

0 komentar:

Posting Komentar

PEDULI ROHINGNYA

Proses Pencarian Korban Tenggelam Resmi Dihentikan