Rabu, 06 Desember 2017

PT RUM DISKUSI LIMBAH DENGAN AKADEMISI


SKH (  PORTAL SOLORAYA .COM ) Permasalahan pencemaran limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) terus berlanjut hingga ke meja diskusi publik, Selasa (5/12/2017). Bertempat di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, diskusi publik dengan tema Upaya mewujudkan keadilan ekologi demi lingkungan yang lestari juga mendatangkan pihak pabrik PT RUM. 
Rektor IAIN Dr. H. Mudhofir, S. Ag, M. Ag menyampaikan negara - negara dunia sekarang sudah mulai berfikir kearah keberlangsungan lingkungan. Kampus IAIN tidak bermaksud menghakimi, tetapi menjadi fasilitator untuk membuka bersama pengetahuan soal dampak lingkungan PT RUM yang menjadi problem saat ini. 
Sementara, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Purwanto Adi Nugroho, menyampaikan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) kedua PT RUM tahun 2014 dinyatakan layak. Serta Bupati Sukoharjo mengeluarkan ijin lingkungan yang memperbolehkan PT RUM untuk mulai membangun pabrik. 
"Kalau dari warga ingin meminta Amdal di DLH, akan kami berikan karena itu merupakan dokumen publik. Namun sampai saat ini kami dari DLH baru bisa menguji untuk limbah cair, karena kami belum mempunyai lab yang lengkap," ungkapnya 
General Manager PT RUM, Hario Ngadiyono, menyampaikan sampai saat ini pihak pabrik juga terus melakukan cara untuk bisa menghilangkan bau. Bahkan alat detector juga sudah didatangkan untuk melihat apakah lingkungan di masyarakat terkena dampak. 
Salah satu pembicara dari Dosen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Dr. Harry Jocom, mengkritik alasan dari DLH Sukoharjo yang mempunyai kendala peralatan untuk menguji limbah udara dari PT RUM. Ia menilai tupoksi dari DLH seharusnya bukan memediasi, namun harus menemukan permasalahan pencemaran dari pabrik. 
"Dalam diskusi ini dari pihak pabrik atau DLH tidak ada yang berani menyatakan kalau masalah bau ini adalah pencemaran. Pihak pabrik dan DLH harus mengakui kalau ini adalah pencemaran, dan tentunya harus mencari solusi bersama. DLH harus segera menemukan bentuk pencemaran udara bagaimanapun caranya walaupun peralatannya kurang, serta pabrik harus menghentikan sementara produksi untuk mencari titik mana yang menjadi bau ,DN 

0 komentar:

Posting Komentar

PEDULI ROHINGNYA

Proses Pencarian Korban Tenggelam Resmi Dihentikan