Skh (PORTALSOLORAYA .COM ) .pemerintah kabupaten sukoharjo memulai
melakukan “ground breaking” atau peletakan batu pertama pembangunan gedung
terpadu kantor sekretariat daerah nantinya ,dengan anggaran rp. 82,6
miliar, pembangunan gedung 10 lantai
ini merupakan proyek terbesar yang
dilakukan oleh sukoharjo yang nantinya
untuk meng optimalakan pelayanan publik .
Pembangunan gedung
ini dilakukan secara “multiyears”, di Tahun 2017 lalu digunakan untuk persiapan
termasuk menjalin kerjasama dengan sejumlah instansi terkait .
Sementara itu ,Asisten II Sekda Pemkab Sukoharjo Widodo,
SH, MH .
di jelaskanya oleh Asisten II semua proses persiapan dilakukan satu
tahun dan tahun kedua digunakan untuk proyek fisik dimana pemenang lelang
pembangunan gedung ini adalah PT. PP Urban, Jakarta, dengan waktu pelaksanaan
pembangunan adalah 360 hari dan diharapkan pelaksanaan proyek bisa berjalan
lancar tanpa hambatan apapun.
Pembangunan Gedung Terpadu Kantor Setda tersebut dilandasi
untuk menyatukan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam satu kompleks.
Dengan menyatukan kantor OPD diharapkan akan memudahkan koordinasi dan juga
bisa meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Hal itu bisa terjadi karena selama
ini sejumlah Kantor OPD terpisah-pisah sehingga sering menyulitkan.
“Kami harap pertengahan Desember nanti proyek sudah bisa
diserahkan. PP Urban merupakan anak perusahaan BUMD sehingga kami yakin mampu
menyelesaikan proyek tepat waktu,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Divisi Operasional PT. PP Urban, Asep
Budiyana juga menyatakan keoptimisannya mampu menyelesaikan proyek tersebut.
Asep menyatakan, PP Urban sudah berpengalaman dalam proyek pembangunan gedung
sehingga bisa memperkirakan waktu penyelesaian proyek tersebut.
Lebih lanjut , proyek
yang akan dia kerjakan adalah membangun gedung 10 lantai. Nantinya, secara
fisik gedung tersebut selesai, sebagai tahap awal, Asep mengaku belum banyak
menggunakan tenaga kerja karena pekerjaan yang akan dilakukan baru sebatas
pembuatan pondasi.
“Untuk alat “bor pile” sendiri baru akan datang satu atau
dua minggu lagi. Gedung ini dibanguna tanpa “basement”,” ungkapnya nya.
Karena besarnya nilai, Feriyanti selaku Pejabat Pengelola
Teknis Kegiatan (PPTK) dan Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Sukoharjo mengaku
Pemkab melibatkan semua elemen terkait sebagai bentuk kehati-hatian. Agar
proyek berjalan lancar tanpa ada pelanggaran, ujarnya, Pemkab sudah menggandeng
Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Jateng
untuk mengawal proyek dari awal hingga akhir. Selain itu juga menggandeng
Manajemen Konstruksi (MK) untuk membantu tugas PNS yang bertugas dalam
pembangunan gedung tersebut.
Nantinya gedung baru tersebut diperkirakan bisa menampung 11
Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Sehingga, perkantoran OPD bisa terpusat
dalam kompleks yang sama. “OPD yang akan pindah ke Gedung Terpadu Kantor Setda
nanti merupakan OPD yang tidak memiliki kantor tetap. Nantinya, OPD akan
disentralkan disatu lokasi demi memudahkan kerja dan pelayanan pada
masyarakat,” tandasnya .
Untuk kendaraan proyek sesuai dengan Amdal Lalin, akan
dilewatkan pintu gerbang samping selatan. Sehingga kendaraan proyek tidak
mengganggu arus lalu lintas di depan pintu gerbang utama Kantor Setda. dn







0 komentar:
Posting Komentar